Polisi Tangkap Oknum Kepala Sekolah Sebuah Yayasan Pesantren di Labuhanbatu, Dugaan pelecehan Seksual Terhadap Santri

Labuhanbatu, Sumatra Utara Polisi mengamankan seorang oknum guru, sekaligus kepala sekolah di sebuah yayasan pesantren di Labuhanbatu.

Terduga pelaku berinisial AAD, (53) Desa Hajoran Kec Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan diamankan dari tempat kediamannya Kamis (10/2/2022) malam.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, pelaku AAD menjalankan aksinya pelecehan terhadap santrinya diareal perkebunan sawit yang tidak jauh dari pesantren tempat palaku mengajar.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui Kasat Reskrim AKP Rusdi Marzuki didanpingi Kasi Humas Kompol Murniati dan Kanit UPPA membenarkan, bahwa mengamankan pelaku pencabulan terhadap santrinya,

“Benar, kamis malam ada mengamankan pelaku pencabulan terhadap satri tempat pelaku mengajar dan pihaknya saat ini masih terus mendalami kasus ini, kemungkinan masih ada korban yang lain,” ungkap AKP Rusdi kepada sejumlah wartawan diruang unit UPPA Polres Labuhanbatu

Pelaku diamankan petugas atas laporan Abang kandung korban pada Bulan Januari lalu, setelah kita lidik dan keterangan para saksi-saksi baru dilakukan penahanan.

Unit UPPA Satreskrim Polres Labuhanbatu terus mendalami kasus pencabulan guru terhadap santrinya.

Pihaknya masih menunggu laporan dari korban yang lain, kemungkinan korbannya masih bertambah.

“saat ini masih 3 orang korbannya kemungkinan akan bertambah makanya kita akan terus mendalami kasus ini,” kata AKP Rusdi Marzuki Sabtu (12/2/2022) Pagi.

 

Menurut kasat, kejadian tersebut sudah berlangsung 2 bulan, namun laporan atau pengaduan diterima polisi pada bulan Januari 2022 lalu dimana laporan itu ada 3 korban yang menjadi korban pencabulan

Terungkapnya kasus pencabulan tersebut sambung Kasat Reskrim, dimana salah satu korbannya berinisial BPH (14) mengadukan perbuatan pelaku kepada orang tuanya, mendapat laporan tersebut orang tua korban langsung membuat laporan kepolres Labuhanbatu pada Januari 2022 yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.