Ayah Tiri Tega Cabuli Anaknya, Terbongkar Saat Korban Cerita ke Bibinya

Sanggau, Kalbar Polres Sanggau menetapkan status tersangka kepada SI alias DI (31) warga Liku Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas atas kasus pencabulan dengan korban yang merupakan anak tiri tersangka.

Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro Ridwan, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Tri Prasetyo, S.I.K., mengatakan bahwa mengungkapkan bahwa kasus itu terungkap setelah korban sebut saja Bunga (15) bercerita kepada bibinya.

“Atas dasar kejadian tersebut bibi korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Sanggau guna penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Hingga akhirnya pelaku diamankan ke Polsek Kapuas untuk dikroscek terkait informasi dari korban.

“Kemudian atas perkembangan di lapangan kami perintahkan untuk dibawa ke Polres Sanggau,” ujarnya.

Selain memeriksa pelaku, petugas juga menghadirkan korban. Dari pemeriksaan tersebut, terungkap bahwa pelaku telah mencabuli anak tirinya sebanyak dua kali dari kurun waktu Juni dan Juli 2021.

“Dari keterangan korban Mawar telah terjadi pencabulan lebih dari satu kali, bahwa pelaku telah mencabuli anak tirinya sebanyak dua kali dari kurun waktu Juni dan Juli 2021,” ungkapnya.

AKP Tri Prasetyo mengatakan pengungkapan berawal dari Laporan Asiyah selaku bibi korban ke SPKT Polres Sanggau untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Diduga dilakukan oleh SI alias DI (31 Tahun) yang mana pelaku adalah orang tua selaku Ayah Tiri korban yang telah dilakukan di rumah jalan Liku Kapuas, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas pada bulan Juli 2020 sekira siang hari,

“Sebelum melaksanakan aksinya tersangka melakukan paksa dengan cara kekerasan,” imbuhnya.

Dari keterangan korban yang secara jelas menyatakan bahwa pelaku memasukkan alat kelaminnya ke dalam alat kelamin korban dengan paksa, sehingga perih dan sakit pada bagian alat vital korban.

“Dan tersangka telah mengakui perbuatannya yang telah melakukan persetubuhan terhadap anak tirinya,” ungkap Kasatreskrim.

Barang Bukti yang berhasil dimanakan diantaranya empat (4) helai pakaian korban.

“Terhadap tersangka akan kita kenakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan tuntutan 15 Tahun kurungan penjara,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.